[Ulasan] Josee to Tora to Sakana-tachi - Ketika Dunia yang Kecil Bertemu Dengan Impian yang Besar

Josee to Tora to Sakana-tachi (ジョゼと虎と魚たち, Josee, the Tiger and the Fish) adalah sebuah anime movie yang diadaptasi dari cerita pendek karya Seiko Tanabe. Cerita aslinya pertama kali diterbitkan pada tahun 1984 dalam koleksi cerita pendek dengan judul yang sama. Sebelumnya, Josee to Tora to Sakana-Tachi pernah mendapat live action pada tahun 2003, kemudian mendapat adaptasi anime pada 25 Desember 2020.

Diproduksi oleh Studio Bones dengan genre drama romantis, movie ini mengangkat tema keberanian dalam mengejar impian, belajar dalam penerimaan diri, dan hubungan yang menarik antar karakter. Movie ini sempat tayang di bioskop tanah air pada tahun 2021 dengan durasi 1 jam 38 menit. 

Sinopsis

Tsuneo Suzukawa, seorang mahasiswa yang memiliki minat pada biologi laut harus berjuang keras mendapatkan uang melalui pekerjaan paruh waktu untuk melanjutkan studi di luar negeri. Suatu malam, dalam sebuah peristiwa, ia bertemu dengan seorang gadis Bernama Josee yang memiliki keterbatasan fisik dan selalu berada di kursi roda. Josee mengubah hidup Tsuneo setelah neneknya meyakinkan Tsuneo untuk bekerja sebagai pengasuhnya.

Meskipun kondisi fisiknya membatasi interaksinya dengan dunia luar, Josee memiliki impian yang besar untuk menjelajahi dunia luar. Meski hubungan mereka awalnya tidak akur, Tsuneo mulai melihat semangat dan impian Josee yang mendorong dirinya untuk melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda. Setiap langkah kecil yang mereka ambil bersama membawa mereka lebih dekat satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, keduanya mulai menyadari bahwa meskipun keadaan mereka sangat berbeda, mereka saling melengkapi dalam perjalanan menuju impian masing-masing.

Plot

Anime ini mengisahkan Tsuneo Suzukawa yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Untuk mencapai impiannya, ia harus mencari uang tambahan. Suatu malam, dia bertemu Josee, seorang gadis yang memiliki keterbatasan fisik yang membuat dirinya tidak bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda. Tsuneo pun ditawari pekerjaan sebagai pengasuh Josee oleh neneknya Josee. Karena butuh uang lebih, Tsuneo menerima tawaran pekerjaan itu. Hubungan mereka sangat tidak akur dan saling tidak menyukai satu sama lain.

Pada akhirnya, Tsuneo mencoba melihat dari sudut pandang Josee, bagaimana ia menginginkan kebebasan dan impian yang ingin ia wujudkan, namun terhalang oleh keterbatasan fisik yang ia terima. Tsuneo mencoba membantu Josee untuk melihat bagaimana isi dari dunia luar yang ia dambakan, sementara Josee, mengajarkan Tsuneo tentang arti keberanian dan pantang menyerah dalam menggapai sebuah impian yang kita inginkan.

Dalam perjalanan mereka, muncul berbagai rintangan yang harus mereka hadapi dan membuat mereka belajar arti dari penerimaan diri dan semangat dalam menggapai sebuah impian. Mereka akhirnya mencoba memahami perasaan satu sama lain yang membuat hubungan mereka semakin dekat dan lebih dari sekadar pengasuh.

Review

Anime ini memiliki visual yang halus dan penuh warna, apalagi detail dari setiap adegan dikemas begitu rapi. Pengembangan dari setiap karakter memberikan pesan tersendiri secara emosional kepada para penonton. Musik dan soundtrack yang dihadirkan juga sangat pas dan membuat penonton dapat merasakan emosi yang dirasakan setiap karakter yang ada. Untuk kekurangan yang dirasakan sangat jelas bahwa cerita yang dihadirkan begitu klise dan kita dapat menebak akhir dari cerita ini. Namun, adegan dan dialog antar karakter dapat menutupi kekurangan yang diberikan sehingga lebih menarik.

Logat Kansai yang digunakan oleh Josee sangat memikat saya, jika mendengar logat Kansai, rasanya telinga saya benar-benar nyaman dan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi saya. Adegan komedi dari Josee dan Tsuneo yang tidak pernah gagal membuat saya tertawa dan disatukan dengan logat Kansai ini membuat saya langsung memberikan nilai tinggi bagi anime ini. Jadi bagi kalian yang suka dengan anime romance dengan adegan yang menyentuh atau membuat dirimu terharu, anime satu ini layak untuk kamu tonton. Drama yang dihadirkan tidak terlalu berat namun sangat menyentuh, komedi yang terlihat natural akan menjadi nilai plus bagi anime ini.

Menurut saya, anime ini benar-benar menghadirkan sesuatu yang baru meskipun ceritanya begitu klise, namun bagaimana penyajian dari adegan hingga dialog antar karakter yang membuat saya begitu tertarik. Penyajian musik dari “Shinkai” karya Eve sangat sesuai dengan keadaan dari Tsuneo yang berusaha bangkit dan tidak lari dari kenyataan serta Josee yang berusaha menerima diri sendiri. Berbagai pesan yang disampaikan secara langsung ataupun menggunakan ekspresi sangat menyentuh hati saya. Adegan romansa yang dihadirkan juga tidak terlalu berlebihan, namun sekali muncul membuat saya baper.

Akhir

Anime ini mengajarkan kita secara emosional memahami perasaan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, bagaimana mereka menginginkan kehidupan yang sama dan tidak dibeda-bedakan, namun kenyataannya justru sebaliknya. Setiap orang memiliki impian masing-masing, namun bagaimana cara kita mencapai mimpi itu yang menentukan akan menjadi apa diri kita. Overall, saya menyukai setiap aspek yang dihadirkan, dan sangat merekomendasikan untuk ditonton. Jika kalian mencari anime serupa, saya merekomendasikan anime Koe no Katachi.

Sekian ulasan dari kami, terima kasih telah membaca dan seperti biasa jangan lupa bersyukur😊.

 "Jangan menyerah pada apa yang kamu sukai" -Tsuneo Suzukawa.


Sumber Gambar: Pinterest dan Google.

Posting Komentar

0 Komentar